Remehkan Makna Wanita dan Perempuan, Beginilah Jadinya!

Remehkan Makna Wanita dan Perempuan, Beginilah Jadinya!;

Oleh: Muhammad Aunan Lana

Waktu terus mengelindingkan semua orang dengan kuasaNya, perbedaan kata sudah menjadi hal yang biasa, karena sesuatu bisa berkembang. Tak luput kata wanita dan perempuan yang menjadi konflik yang signifikan dalam medsos.”

Kata perempuan dan wanita tidaklah asing di telinga kita, mungkin kita sering bertanya-tanya apa sih perbedaan antara keduanya? Ataukah kedua kata tersebut memiliki arti yang sama? Entahlah bagaimana cara seseorang mendeskripsikan kata wanita dan perempuan.

Jika kita mendengar kata perempuan dan wanita, terkadang seperti ada kelas sosial yang berbeda antara keduanya. Ketika menggunakan perempuan, kita cenderung menganggap bahwa kata tersebut tidak setinggi wanita.

(Baca juga: Perbedaan Dunia Maya dan Dunia Nyata)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda, yaitu perempuan yang bermakna orang yang mempunyai vagina, dapat menstruasi, hamil, dan melahirkan anak, sedangkan wanita yaitu istri. Itu adalah pendekripsian perempuan dan wanita secara umum, namun bagaimana pendeskripsian wanita dan perempuan yang lebih spesifik?

Asal kata perempuan yaitu empu yang berarti tuan atau orang yang berkuasa, mahir. Makna tersebut adalah pengertian bahwa perempuan memiliki hak atau wewenang yang sangat tinggi dalam hal kepemimpinannya. Bukan hanya jadi pembantu untuk mengurus perintah dari kaum adam.

(Baca juga: Prespektif Ta’lim Tentang Penyebab Lupa)

Sayangnya sekarang makna perempuan sudah menjadi kata yang bergeser jauh dari makna aslinya. Masyarakat memaknai perempuan dengan hal yang berkaitan dengan kesitrian dan rumah tangga.

Dengan kata lain, jika seseorang disebut sebagai perempuan, sering disalah artikan, yaitu hanya sebagai seorang yang menjadi penunggu rumah. Padahal arti perempuan sudah seperti apa yang dikatakan oleh R A Kartini, yaitu sebagai orang yang memiliki emansipasi, wibawanya tinggi atau kemerdekaan seseorang tanpa kewajiban melayani atau diinginkan.

(Baca juga: Ayo Bedakan Jual Beli dan Riba!)

Kata wanita dalam Bahasa jawa yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia yang artinya “wani ditoto” (berani diatur). Dari pendeskripsian ini seakan-akan mengklaim bahwasannya wanita tidak bisa mandiri, atau harus selalu diatur. Maka wanita tidak mempunyai wewenang atas kepribadiannya untuk menjadi pemimpin.

Dengan hal itu penggunaan kata wanita cenderung membuat seseorang itu hanya menjadi objek semata, alias tidak bisa merdeka atas dirinya.

Relitas yang ada penafsiran kata perempuan dan wanita tidak hanya bisa dijelaskan dalam satu tulisan, namun masih banyak pendapat orang-orang di luar sana yang mempunyai artian atau pendapat sendiri mengenai perbedaan wanita dan perempuan.

Penulis merupakan siswa MA Unggulan Nuris yang menjalankan PAM (Program Abdi Masyarakat) di Pesantren Darul Hidayah, Gambirono Bangsal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *