Prespektif Ta’lim Tentang Penyebab Lupa

Prespektif Ta’lim Tentang Penyebab Lupa

Oleh: Muhammad Qorib Hamdani

berseng dalam dunia khayalan, menjadikannya kita lupa dalamd unia nayata. Lupa,adalah suatu komponen-komponen yang tercipta di dalam bagian manusia. Manusia tempatnya lupda dan salah. Mengalir tapi tak berjalan, layaknya seorang raja yang memobilisasi pelayannya.

Mannusia adalah mahluk yang diciptakan oleh Allah dengan dikaruniai kata salah dan lupa, sehingga menjadi pegangan bahwasannya manusia tak selalu benar, meskipun memiliki akal yang masih sehat. dan lupa juga fitrah bagi manusia, hal ini telah disebutkan dalam Al-Quran yaitu, Artinya: “Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.”(Q.S. Thaahaa: 115). Maka dari itu lupa tidak menjadikan kita sebagai manusia yang selalu terkena dengan dosa karena lupa, sebagaimana firman Allah, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah”. (QS:Al-Baqarah: 286).

Setelah pembaca mengetahui pengeksploran atau penggambrana umum mengenai lupa, selanjutnya pembaca akan masuk pada inti yaitu beberapa perkara yang menyebabkan kita sering lupa. Apa saja perkara itu? Apakah perkara yang kecil juga bisa menjadi perkara yang menyebabkan mudah lupa?  Yuk baca lebih lanjut tentang bagaimana versi Ta’limul Muta’alim karangan Syekh Al-Zarnuji!

(Baca juga: Kau dan Aku, Boleh Bersama Ya!)

Pertama, banyak berbuat maksiat. Maksiat merupakan perbuatan yang bisa menjebolkan kita pada lubang dosa, perbuatan tersebut adalah apa-apa yang dilarang oleh Allah. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perkara yang membuat kita mudah lupa dalam perbuatan maksiat, bisa dipelajari di dalam kitab Bidayatul Hidayah.

Kedua, banyak dosa. Apabila kita tidak ingin mempunyai dosa yang membuat kita menjebolkan diri kepada perkara yang mudah lupa, maka ikutilah perintah Allah dan jauhi laranganNya, insyallah kita akan dijaga oleh Allah.

(Baca juga: Kasih Yang Salah)

Ketiga, sering gelisah. Apabila kita sering gelisah, maka hal itu akan menggiring kita kepada perkara yang memudahkan kita untuk lupa. Caranya untuk menghilangkan gelisah ini adalah sibukkanlah diri kita kepada sholat yang khusuk.

Keempat, disibukkan dengan urusan dunia. Zaman sekarang sudah menjadi tempat kecanggihan teknologi yang membuat kita sampai lupa pada urusan akhirat, hanya mementingkan urusan dunia yang akhirnya akan membuat kita mudah lupa.

(Baca juga: Torehan History Instrumen Perkusi Rebana)

Kelima sering makan ketumbar. Keenama makan apel masam, maksutnya adalah cuka apel. Ketujuh melihat salib juga dapat membuat kita sering lupa, salibn ini biasanya kita temui di pinggir jalan. Delapan membaca tulisan pada nisan. Kesembilan, berjalan diringi oleh unta.

Kita sebagai manusia yang masih sadar jangan sampai terlena oleh masalah dunia seperti kekayaan. Kesenangan semata bisa membahayakan kita yaitu akan membuat hati kita gelap dan apabila kita mencintai urusan akhirat maka hati kita akan dipenuhi oleh cahaya (nur).

Penulis merupakan siswa MA Unggulan Nuris yang menjalankan PAM (Program Abdi Masyarakat) di Pesantren Darul Hidayah, Gambirono Bangsal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *