Merpati, Kertas Abu-abu dan Seponggak Rasa Cinta

Merpati, Kertas Abu-abu dan Seponggak Rasa Cinta

Oleh: Muhammad Qorib Hamdani

XI PK A

Derunya angin makin bergelimang dalam mata dunia yang terhampar. Berjalan menyusuri objek yang diperintah sang majikan. Merpati, burung pintar pengirim surat, layaknya seorang pos. Zaman berganti dengan iringan waktu yang memakan semuanya tanpa terkecuali, semua diubah olehnya. Merpati pos pun juga diubah dengan benda kecil yang bisa melihat segala isi di dunia yang luas, bukan hanya dunia, luar angkasa pun bisa diketahui oleh seseorang dengan benda kecil mungil.

Semua benda bersifat relatif, tak semuanya abadi, adakalanya abadi, hanya saja berubah dari segi pemakaiannya dan bentuknya. Yang awalnya kuno dirubah menjadi modern, yang awalnya besar diubah menjadi kecil (chips). Salah satu contohnya yang akan penulis bahas adalah surat menyurat di zaman sekarang dan zaman dulu.

Kalian Ingin Memendam Amarah, Yuk Baca Tips di Bawah Ini!

Merpati, burung yang digunakan oleh manusia sebagai alat unuk mengirim pesan kepada orang yang kita tuju, jauh di luar sana. Entah apalah yang ada di dalam burung merpati, sehingga dia bisa mengirim pesan sampai tujuan dengan selamat? Apakah dia mempunyai anggota badan yang khusus sehingga bisa menjadi pos surat? Dengan perubahan zaman yang tak tau tempat dan waktu, merpati pun tergantikan. Yuk baca selengkapnya di bawah ini!

Kertas abu-abu zaman sekarang sudah menjadi benda yang sangat familiar bagi orang yang terkena virus cinta, ya begitulah sebutan kecilnya. Awalnya merpati dengan cinta sangat akrab sekali, namun sekarang sudah direbut oleh kertas abu-abu.

Mengapa Tidak Berputar Ke Kiri Saja?

Burung memang tak punya pikiran, namun dia bisa diperintah oleh manusia, tapi harus dengan syarat khsus, yaitu pelatihan dan makanan yang harus bagus. Pelatihan burung merpati yang ingin dijadikan pos pengirim surat ada 3. Apa saja pelatihan tersebut? Bisakah kita melakukannya sebagai manusia modern? Inilah beberapa pelatihan merpati yang dijadikan pos pengirim surat!

Pertama, static. Bagaimana mengenali perintah dalam suatu wilayah kecil. Pada pelatihan yang pertama ini burung merpati dilatih untuk harus menganali majikannya, setelah mengenal majikannya lanjut pada pelatihan yang kedua.

Gagas Mading Untuk Menghidupkan Sastra Pesantren

Kedua, mobile. Nah, pelatihan yang kedua ini, memerlukan waktu yang sanat lama, karena pelatihan kedua ini merpati akan dilatih untuk terbiasa atau hafal dengan suatu wilayah yang akan kita tuju dalam surat menyurat. Setelah selesai pelatihan yang kedua, merpati akan lanjut pada pelatihan yangh ketiga.

Ketiga, pada pelatihan yang kedua, merpati akan dilatih untuk boomerang. Merpati dilatih bagimana dia menyuratkan pada seseorang dan bagaimana dia mengembalikan kepada majikannya.

Penulis disini menambahkan tentang siap yang harus melatih dalam merpati yang akan dijadikannya pos tersebut. Pelatihan-pelatihan tersebut tak gampang dilakukan oleh orang yang bukan dalam ahlinya, jadinya harus memerlukan orang yang benar-benar paham akan merpati dan dalam pengkonsumsian makanan yang harus bergizi.

Penulis merupakan siswa MA Unggulan Nuris yang menjalankan PAM (Program Abdi Masyarakat) di Pesantren Darul Hidayah, Gambirono Bangsal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *