Kalian Ingin Memendam Amarah, Yuk Baca Tips di Bawah Ini!

Kalian Ingin Memendam Amarah, Yuk Baca Tips di Bawah Ini!

Oleh: Muhammad Qorib Hamdani*

XI PK A

“Memijakkan kaki pada bumi yang jalang, lalu pergi melayang-layang layaknya burung yang menghilang tanpa jejak. Amarah memerah dengan wajah marah, semuanya hilang akal tanpa arah. Merahnya amarah semuanya ada yang berarah dan tak beraarah, menggantungkan diri padaNya lalu wudu.”

Manusia tidak sepenuhnya selalu benar, terkadang manusia itu bisa  melakukan suatu kesalahan, karena kodratnya manusia memang seperti itu, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits, “manusia itu tempatnya salah dan lupa,” kita telah mengetahui bahwa Allah SWT memberi nikmat yang berupa akal kepada hambanya agar bisa berpikir dengan jernih, oleh karena itu dalam keadaan apapun, kapanpun, dan dimanapun kita berada kita harus melakukan intropeksi diri.

Santri dan Sastra: Seorang Pesarung Layaknya Patriot

Penulis disini bukan ingin menjelaskan tentang definisi amarah secara gamblang akan tetapi ingin memberikan tips bagaimana kita mengendalikan amarah. Apabila kita memiliki amarah yang ingin kita luapkan, jangan utarakannya pada seseorang, jika kamu mengutarakannya pada seorang maka akan banyak masalah yang kita alami, mulai dari masalah dengan teman dan juga amarah yang ada pada kita.

Bagaimana cara kita mengendalikan amarah yang telah memuncak dalam diri kita? Bisakah seorang memendamnya sendiri? Atau adakah cara memendam amarah yang sesuai dengan ajaran Islam? Yuk baca artikel di bawah ini!

Gagas Mading Untuk Menghidupkan Sastra Pesantren

Pertama, berwudhu’ atau mandi. Amarah yang kita alami itu berasal dari setan, sedangkan setan tercipta dari api, jadi apabila kita melakukan wudhu’ atau mandi maka hati dan jiwa kita akan bersih dan suci kembali. Hal ini sudah ada pada hadits dari Urwag As-Sadi yang berbunyi, “sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah hendaknya berwudhu’.

Kedua, melakukan sholat Sunnah. Amarah adalah sesuatu bara api yang ada dalam hati kita, ciri-ciri orang marah tersebut bisa kita lihat dari mata yang memerah, dan juga pada urat-ureat pada leher yang tegang. Maka siapapun yang telah memendam amarah maka seharusnya kita sholat, entah sholat Sunnah atau pun sholat wajib.

Pelukan Sang Bunda

Ketiga, diam atau jangan banyak bicara. Apabila kita memendam amarah, mulut kita akan selalu ingin berbicara sepuasnya, tak sadar bahwa ucapan kita menjadi ucapan yang jorok ataupun perkataan yang tak pantas diucapkan. Maka salah satu cara yang bisa menghilangkan amarah yaitu diam atau sedikit berbicara. Itulah tips bagi seseorang yang mempunyai amarah dan ingin tuk meredakannya.

Penulis merupakan siswa MA Unggulan Nuris yang menjalankan PAM (Program Abdi Masyarakat) di Pesantren Darul Hidayah, Gambirono Bangsal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *