Gagas Mading Untuk Menghidupkan Sastra Pesantren

Gagas Mading Untuk Menghidupkan Sastra Pesantren

Ambil tema Santri dan Sastra untuk menyadarkan santri harus berjiwa patriot dan pemimpin

Pesantren Darhid- Sebuah karya yang kita buat merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi kita. Apalagi banyak orang-orang yang memuji terhadap karya kita, seakan –akan kita melayang dibuatnya. Memang pujian adalah suatu yang kecil, akan tetapi jika kita merasakanny adalah suatu hal yang besar.

SMP Islam Darul Hidayah menggagas sebuah mading (majalah dinding) pada hari Senin ,tanggal 02 Maret 2020 tepatnya di depan kantor SMP dan SMK. Usulan pembuatan mading tersebut diusulkan oleh anak PAM (Program Abdi Masyarakat) dari Pondok Pesantren Nurul Islam di Pondok Pesantren Darhid yang bernama Muhammad Qorib Hamdani.

TPQ Darul Hidayah Akan Siap di Cabang lomba Tartil Selanjutnya

“Saya ingin menghidupkan sebuah karya sastra di Pesantren Darul Hidayah, melihat dari kondisi pondok pesantren yang harus bisa terhadap literasi khususnya sastra, karena santri dan sastra adalah dua komponen yang tak bisa terpisahkan. Yaitu kata santri dan sastra yang memiliki kandungan sidat di dalamnya, patriot dan pemimpin.” Ujar Qorib, jawaban atas tujuan mengapa membuat mading.

“SANTRI DAN SASTRA adalah tema yang saya ambil untuk mading pertama tersebut. Karena saya melihat kata santri dan sastra yang memiliki kandungan sifat kepemimpinan dan patriot, dengan tema itu saya berharap semoga santri paham akan tema yang saya ambil, yaitu santri harus memiliki jiwa pemimpin dan terpatri jiwa patriot.” Tambahnya dalam penegasan mengapa dia memilih tema tersebut.

UU Pesantren, Santri, dan Pendidikan

Tim sukses tentunya harus ada  dalam setiap program, untuk tim sukses mading tersebut ada, yaitu segenap siswa kelas 2 diantaranya, Kholif Fitriatun Nikmah, Siti Maimunah, Eka Citra Kurnia Devi, Jazila, Eva Nurfadilah, dan Intan Nuraini. Bukan hanya itu ada beberapa orang yang juga ikut berpartisipasi dalam hal nini yaitu segenap OSIM SMK Islam Darul Hidayah.

Nyai Naily ikut senang terhadap karya berupa mading yang dibuat anak-anak, “Mading ini bagus kok, teruskan dan damping anak-anak untuk membuat karya mading ini.” (Red/Aldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *